Minggu, 24 Oktober 2021 | : : WIB
Slider

Category: Berita

Berita

Upacara Peringatan HUT Ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan…

 

 

Kegiatan Upacara Peringatan HUT Ke-75  Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Puhpelem kali ini berlangsung di halaman Kantor Kecamatan, berbeda dari tahun lalu yang dilaksanakan di Lapangan Puhpelem. Adapun upacara peringatan Kemerdekaan RI dilakukan secara sederhana dan khidmat dengan menerapkan protokol kesehatan.

Terkait komposisi petugas tidak sebanyak tahun-tahun sebelumnya, terdiri dari 1 orang komandan upacara, 1 orang Perwira Upacara, 3 orang Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) yang berasal dari cadangan Paskibraka tahun 2019, 1 orang Protokol Upacara, 1 orang Petugas Pembaca UUD 1945, dan 1 orang Petugas Pembaca Doa.

Peserta upacara yang hadir juga dibatasi hanya dari ASN di lingkungan Kecamatan Puhpelem, Kepala Desa dan Lurah se – Kecamatan Puhpelem, beberapa anggota Koramil 24 Puhpelem dan Polsek Puhpelem, serta beberapa perwakilan dari Dinas Instansi terkait.

Turut hadir dalam Upacara tersebut Camat Puhpelem Jaiman, S.Ip., MM, selaku Inspektur Upacara, Danramil 24 Puhpelem Kapt. Inf. Tono, Kapolsek Puhpelem Iptu Budiono, Kepala UPTD Puskesmas Puhpelem dr. Arif Wibowo, dan Koordinator Wilayah Bidang Pendidikan Kecamatan Puhpelem Yulianto, S.Pd.

Berita

Dr. Adi Dharma: 70% Kasus Covid-19 Di Wonogiri Dari…

“Tujuh puluh persen kasus Covid-19 yang positif di Wonogiri dari pelaku perjalanan, ada kontak dari luar,” demikian disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri dr. Adi Dharma ketika ditemui di kantornya, Selasa (14/7) siang. Dalam kasus seperti ini, tambahnya, siapapun pelaku perjalanan bisa menjadi carrier virus Corona, terutama mereka yang berasal dari wilayah zona merah.

Pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di beberapa kota besar berdampak terhadap tingginya mobilitas masyarakat, termasuk penggunaan transportasi umum. Dari data yang berhasil di himpun Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Wonogiri, pada tanggal 12 juli 2020, tercatat ada 59 armada bus berasal dari Jabodetabek mengangkut penumpang memasuki Kabupaten Wonogiri. Hal ini menjadi perhatian serius Pemkab Wonogiri, mengingat tingginya arus keluar masuk transportasi umum antara daerah diikuti dengan meningkatnya kasus terkonfirmasi positif Covid-19.

Hingga hari ini, 14 Juli 2020, tercatat di laman Resmi Pemkab Wonogiri, ada 32 kasus terkonfirmasi positif, dimana 9 pasien sedang dirawat di rumah sakit, 5 menjalani karantina khusus, 14 telah dinyatakan sembuh, dan 4 meninggal dunia. Sedangkan PDP (Pasien dalam Pengawasan) yang saat ini menjalani perawatan di rumah sakit ada 3 orang, dan 1 orang yang menjalani karantina khusus. Selain itu, sebanyak 31 orang berstatus ODP (Orang Dalam Pemantauan).

Namun demikian, penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Wonogiri, setelah dilakukan tracing terjadi akibat transmisi lokal. Transmisi lokal beresiko besar terjadi di tempat yang memiliki populasi padat dan interaksi tinggi, seperti tempat ibadah, sekolah, dan pasar.

Selain merujuk pada tempat, dr. Adi Dharma juga menyebutkan bahwa aktifitas adat dan budaya juga beresiko menjadi media penularan virus.

“Pemerintah kan sudah memberlakukan larangan bersalaman dan kontak fisik, namanya juga social distancing dan physical distancing, berarti kan bukan hanya fisiknya yang jaga jarak, tapi bersalaman pun jangan, harus berubah budaya ini untuk sementara waktu, sampai pandemi ini berakhir,” katanya.

dr. Adi Dharma menghimbau masyarakat untuk selalu berperilaku hidup sehat dan membiasakan diri dengan protokol kesehatan, utamanya bagi para pelaku perjalanan.

 

Sumber : Bidang SIKP Dinas Kominfo Wonogiri

Berita

Penilaian Kampung Siaga Candi di Desa Nguneng Kecamatan Puhpelem

Bertempat di Desa Nguneng Telah dilakukan Penilaian Kampung Siaga Candi Oleh Team Polres Wonogiri, yang di Pimpin oleh Kabang Ren Polres Wonogiri Kompol Dwi Retnowati, S.H. MH, pada Rabu, 15 Juli 2020. Tujuannya adalah nantinya dapat dibentuk Kampung Siaga. Karena saat pandemi Covid-19 ini, bukan hanya masalah kesehatan tetapi juga siaga di bidang yang lainnya.

Berita

Rapid Test Petugas PPDP Kecamatan Puhpelem

Pada Hari Kamis, 09 Juli 2020 telah dilakukan kegiatan Rapid Test Petugas PPDP Kec. Puhpelem dalam Rangka Pilkada Kab. Wonogiri. Kegiatan ini merupakan antisipasi terhadap Petugas yang bersingungan langsung dengan masyarakat dalam pelaksanaan Coklit dan pendataan daftar pemilih tetap di kecamatan Puhpelem Kabupaten Wonogiri untuk Pemilihan Bupati dan wakil Bupati Wonogiri tahun 2020. Hadir dalam kegiatan Rapid Test tersebut:

  1. Danramil 24/Puhpelem, Kapten Inf Tono
  2. Camat Puhpelem, di wakili Sekcam Bpk. Edi
  3. KepalaUPTD Puskesmas Puhpelem, Dr. Arif Wibowo, MPH.
  4. Petugas PPK Kec. Puhpelem.
  5. Petugas PPS Puhpelem.
  6. PANWAS Kec. Puhpelem
  7. Petugas Kesehatan Puskesmas.
  8. Petugas PPDP Sejumlah 41 Orang.

Kegiatan Rapid Test Petugas PPDP Kec. Puhpelem berjalan dengan tertib, aman, dan sesuai Protokol Kesehatan.

Berita

Rapid Test di Pasar Ploso Kecamatan Puhpelem

Kegiatan Rapid Test dilaksanakan secara massal oleh Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kecamatan Puhpelem pada hari Kamis, 02 Juli 2020 di Pasar Ploso Kecamatan Puhpelem pukul 07.30 s.d. 10.30 WIB. Kegiatan tersebut bertepatan dengan hari pasaran, sehingga banyak masyarakat yang antusias untuk mengikuti Rapid Test. Turut hadir pula Camat Puhpelem Jaiman, S.IP., MM., Danramil 24/Puhpelem Kapten Inf. Tono, Kapolsek Puhpelem Iptu Budiono, Kepala UPTD Puskesmas Puhpelem dr. Arif Wibowo, dan Persit Kartika Candra Kirana Ranting 25.

Kegiatan Rapid Test ini bertujuan untuk mendeteksi secara dini Covid-19 di wilayah Kecamatan Puhpelem, sehingga penanganan lebih awal dapat dilakukan untuk mencegah penyebarannya. Namun demikian, semua masyarakat yang melakukan Rapid Test tersebut dinyatakan Negatif dari Covid-19.

Berita

Gempa Bumi Tanggal 22 Juni 2020

Gempa hari ini mengguncang kawasan Yogyakarta dan sekitarnya pada 02:33:08 WIB, Senin, 22 Juni 2020. Data BMKG menunjukkan gempa bumi tersebut berkekuatan Magnitudo 5 SR.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat pusat gempa Yogyakarta tersebut berada pada titik koordinat 9.11 LS 110.85 BT.

Dilansir dari BMKG, pusat gempa berada di laut 107 km Barat Daya Pacitan. BMKG juga mengingatkan agar masyarakat di Yogyakarta mewaspadai potensi gempa susulan.

Berdasarkan data yang dirilis BMKG, guncangan akibat gempa Yogyakarta hari ini dirasakan pada sejumlah tempat berikut (skala MMI):

  • III Yogyakarta
  • III Bantul
  • III Sleman
  • III Wonogiri
  • III Tulungagung
  • III Karangkates
  • II Nganjuk
  • II Trenggalek
  • II Purworejo
  • II Ponorogo
  • II Banjarnegara
  • II Purwokerto

Untuk diketahui, sebagian besar wilayah Indonesia termasuk daerah rawan gempa. Merujuk pada data BMKG, selama 1976‐2006 saja, telah terjadi 3.486 gempa bumi dengan magnitudo lebih dari 6,0.

Apa penyebab gempa bumi? Dari segi penyebab, gempa bumi bisa dibedakan dalam 2 jenis. Pertama, gempa tektonik yang terjadi karena pergerakan/pergeseran lapisan batuan di kulit bumi, secara tiba‐tiba. Hal ini terjadi akibat pergerakan lempeng‐lempeng tektonik. Selain itu gempa bisa juga terjadi karena aktivitas gunung api. Gempa jenis kedua ini disebut gempa bumi vulkanik.

Pergerakan lapisan batuan di dalam bumi secara tiba‐tiba dapat menghasilkan energi yang dipancarkan ke segala arah berupa gelombang seismik. Saat gelombang itu mencapai permukaan bumi, getarannya bisa merusak segala sesuatu, seperti bangunan, dapat menimbulkan korban jiwa.

Sumber : https://tirto.id/gempa-hari-ini-guncang-yogyakarta-bmkg-magnitudo-5-sr-fKvi

Berita

Penerapan New Normal Hadapi Pandemi Covid-19

Kementerian Kesehatan RI telah menerbitkan Keputusan Menteri Kesehatan nomor HK.01.07/MENKES/328/2020 tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha pada Situasi Pandemi.

Keputusan ini dikeluarkan dalam rangka penerapan Hidup Normal yang Baru atau dikenal dengan istilah New Normal.

Pemerintah melalui Juru Bicara Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto Minggu (24/5) menegaskan bahwa situasi sekarang ini masih belum normal, dunia masih dihadapkan pada persoalan yang cukup berat. Seluruh dunia pun telah setuju dan mengakui bahwa situasi ini tidak akan sama seperti dulu kala, oleh karenanya diperlukan cara pandang baru ini sebagai bagian dari adaptasi pasca Covid-19

Menurut Yuri, harus ada paradigma baru dalam melawan Covid-19. Masyarakat harus mulai membiasakan hidup normal baru dengan selalu melaksanakan protokol kesehatan seperti cuci tangan pakai sabun, jaga jarak fisik, pakai masker dan menghindari kerumunan, serta mulai produktif kembali namun tetap aman dari Covid-19

Imbauan ini sejalan dengan, masih tingginya angka penularan di tengah masyarakat. Hingga 24 Mei 2020, dengan menggunakan pemeriksaan RT-PCR dan TCM-TB jumlah pemeriksaan spesimen sebanyak 248.555 spesimen. Hasilnya akumulasi kasus terkonfirmasi positif sebanyak 22.271 orang, jumlah kasus sembuh 5.402 dan jumlah kasus meninggal 1.372. Adapun wilayah terdampak meluas hingga 404 Kabupaten/Kota di 34 Provinsi.

(Rilis Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes RI, 24 Mei 2020)

KMK No. HK.01.07-MENKES-328-2020 ttg Panduan Pencegahan Pengendalian COVID-19 di Perkantoran dan Industri

Serba Covid, Cegah Covid-19 Sehat Untuk Semua

Sumber : https://wonogirikab.go.id/index.php/pencegahan-covid-19-di-tempat-kerja-era-new-normal/

Berita

Penyemprotan Disinfektan di Lingkungan Pasar Ploso dan Kantor Kecamatan…

Pada hari Selasa, 02 Juni 2020, Tim Gabungan Polres Wonogiri, PMI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri, dan Forkompincam Kecamatan Puhpelem telah dilaksanakan kegiatan Penyemprotan Disinfektan secara serentak di Lingkungan Pasar Ploso dan Kantor Kecamatan Puhpelem sebagai upaya pencegahan penularan wabah Virus Corona (Covid- 19).

Penyemprotan ini sebagai langkah kewaspadaan dan usaha meningkatkan kebersihan untuk mencegah penyebaran virus Corona (COVID-19) yang ada di wilayah Kecamatan Puhpelem, terutama pada tempat-tempat yang dimungkinkan berkumpulnya masyarakat dalam skala besar. Kegiatan ini sebagai bentuk upaya untuk memberikan perlindungan terhadap kesehatan dan keselamatan masyarakat dalam menjalankan aktivitas di tempat-tempat umum.

Berita

Penyerahan Bantuan Masker di Kecamatan Puhpelem

Memakai masker kini menjadi sebuah keharusan saat keluar rumah atau berada di tempat umum. Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah mengumumkan pentingnya memakai masker baik bagi orang sakit maupun yang sehat untuk menghambat penyebaran virus corona. Bahkan setelah virus Corona bisa dikendalikan, pemakaian masker tetap dianjurkan, selama beberapa waktu ke depan.

Namun demikian kita ketahui bahwa saat ini harga masker di pasaran meningkat hingga berkali-kali lipat, terutama  masker kesehatan yang kini menjadi langka dan sulit dicari, serta penggunaannya dibatasi hanya untuk tenaga medis. Untuk masyarakat umum, Pemerintah telah menghimbau penggunaan masker kain sebagai alternatif pelindung diri dalam mengurangi penyebaran virus corona. Bahkan efektivitas penggunaan masker kain mencapai 70 %. Sayangnya, harga masker kain yang dijual juga tidak murah, sehingga bagi masyarakat pedesaan terkadang harus berpikir dua kali untuk membeli masker kain.

Atas dasar itu Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Wonogiri, Sriyono, S.Pd bekerja sama dengan Frits Yohanes (Direktur CV. Putra Anugrah) dan Astarno (Direktur CV. Bina Karya) beserta ASN di Kecamatan Puhpelem menggalang dana untuk pengadaan dan pembagian masker kain gratis kepada masyarakat. Masker kain sejumlah 7000 buah ini diserahkan ke Kantor Kecamatan Puhpelem pada Hari Selasa, 14 April  2020. Kemudian dari Kecamatan akan diserahkan ke Desa / Kelurahan, selanjutnya dari Desa / Kelurahan akan didistribusikan kepada masyarakat. Diharapkan dengan pembagian masker kain gratis tersebut dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk selalu memakai masker ketika berada di luar rumah.

Berita

Video Confrence Musrenbang Kabupaten Wonogiri

Musyawarah Perencanaan Pembangunan yang selanjutnya disingkat Musrenbang adalah forum antarpelaku dalam rangka menyusun rencana pembangunan Nasional dan rencana pembangunan Daerah. Musrenbang diatur dalam Undang-Undang no. 25 tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan diatur oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas untuk tingkat nasional dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda).

Terdapat lima tahapan Musrenbang, yaitu antara lain :

  • Musrenbang Nasional
  • Musrenbang Provinsi
  • Musrenbang Kota/Kabupaten
  • Musrenbang Kecamatan
  • Musrenbang Kelurahan/Desa

Namun kali ini ada yang berbeda pada tahapan Musrenbang Kabupaten Wonogiri tahun 2020 dalam Penyusunan RKPD tahun 2021, yang dilaksanakan pada Hari Kamis, 9 April 2020. Pelaksananaan kegiatan tersebut dengan model daring melalui video confrence yang dipimpin langsung oleh  Bupati Wonogiri, yaitu beliau Bapak Joko Sutopo. Seluruh Kepala Dinas dan OPD se-Kabupaten Wonogiri mengikuti video confrence Musrenbang secara interaktif melalui akun masing-masing. Sehingga antara Bupati Wonogiri dengan Kepala Dinas dan OPD dapat saling berinteraksi dan menyampaikan berbagai usulan meskipun berada di  tempat yang berbeda-beda. Bahkan masyarakat dapat menyaksikan jalannya kegiatan Musrenbang melalui aplikasi Youtube, pada channel RGS Wonogiri atau melalui link https://www.youtube.com/watch?v=06a3jSIjYLk. Kegiatan Musrenbang Kabupaten Wonogiri berjalan lancar hingga acara selesai dilaksanakan.