Selasa, 28 September 2021 | : : WIB
Slider

Category: Berita

Berita

Pisah Sambut Kapolsek Puhpelem

Kamis (19/08) Camat Puhpelem, Jaiman, S.IP.,MM. mengadakan acara pisah sambut untuk Kapolsek Puhpelem dari Pejabat Lama kepada Pejabat Baru. Adapun Pejabat Lama Kapolsek Puhpelem adalah Iptu Budiyono, SE, sedangkan Pejabat Baru Kapolsek Puhpelem adalah Iptu Syamhadi, SH.

Pisah sambut tersebut diawali sambutan dari Camat Puhpelem. Pada sambutannya beliau menyampaikan rasa terima kasih sekaligus ucapan perpisahan kepada Iptu Budiyono, SE atas dedikasinya selama ini. Beliau juga tak lupa mengucapkan selamat datang dan selamat bergabung kepada Iptu Syamhadi, SH sebagai Kepolsek Puhpelem yang baru.

Acara berikutnya adalah sambutan dari Pejabat Lama Kapolsek Puhpelem, Iptu Budiyono, SE. Dalam sambutannya beliau menyampaikan rasa berat hatinya meninggalkan Puhpelem, yang mana beliau sudah merasa nyaman dan sudah menganggap para anggota Forkompincam Kecamatan Puhpelem seperti keluarga. Kemudian setelah sambutan dari Iptu Budiyono, SE selesai dilanjutkan dengan sambutan dari Iptu Syamhadi, SH. Dalam sambutannya beliau menyampaikan permohonan izin kepada anggota Forkompincam Kecamatan Puhpelem dan segenap tamu undangan yang hadir untuk bergabung dan bertugas sebagai Kapolsek Puhpelem yang baru.

Turut hadir dalam acara tersebut Danramil 24 Puhpelem Kapt. Inf. Tono, Kepala KUA Puhpelem Machmudi, S.Ag, Kepala Desa dan Lurah se – Kecamatan Puhpelem, dan beberapa perwakilan dari Dinas Instansi terkait.

Acara Pisah Sambut ditutup dengan penyerahan cinderamata dan kenang-kenangan kepada Iptu Budiyono, SE, sekaligus foto bersama dengan beberapa tamu undangan yang hadir.

Berita

Upacara Peringatan HUT Ke-76  Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan…

 

Sebagaimana pada tahun 2020 lalu, kegiatan Upacara Peringatan HUT Ke-76  Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Puhpelem kali ini masih berlangsung di halaman Kantor Kecamatan. Adapun upacara peringatan Kemerdekaan RI dilakukan secara sederhana dan khidmat dengan menerapkan protokol kesehatan.

Terkait komposisi petugas, terdiri dari 1 orang komandan upacara, 1 orang Perwira Upacara, 3 orang Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) yang berasal dari SMK Negeri 1 Puhpelem, 1 orang Protokol Upacara, 1 orang Petugas Pembaca UUD 1945, dan 1 orang Petugas Pembaca Doa.

Peserta upacara yang hadir juga dibatasi hanya dari ASN di lingkungan Kecamatan Puhpelem, Kepala Desa dan Lurah se – Kecamatan Puhpelem, beberapa anggota Koramil 24 Puhpelem dan Polsek Puhpelem, serta beberapa perwakilan dari Dinas Instansi terkait.

Turut hadir dalam Upacara tersebut Camat Puhpelem Jaiman, S.Ip., MM, selaku Inspektur Upacara, Danramil 24 Puhpelem Kapt. Inf. Tono, Pejabat Lama Kapolsek Puhpelem Iptu Budiono, Pejabat Baru Kapolsek Puhpelem Iptu Syamhadi, SH., dan Kepala UPTD Puskesmas Puhpelem dr. Arif Wibowo.

Berita

HARI JADI KE-280 TAHUN KABUPATEN WONOGIRI DIPERINGATI SEDERHANA DENGAN…

Hari Lahir ke-280 tahun Kabupaten Wonogiri diperingati secara sederhana dalam upacara dengan nuansa Adat Jawa, Rabu (19/5/2021). Bupati Wonogiri Joko Sutopo bertindak sebagai Pembina dalam upacara yang digelar di di Halaman Pendopo Rumah Dinas Bupati Wonogiri tersebut.

Dalam bagian amanatnya, Bupati Joko Sutopo menyampaikan bahwa proses perjuangan panjang Raden Mas Said untuk menentang segala bentuk penindasan dan ketidakadilan para penguasa saat itu. Apabila menurut perhitungan tahun masehi, maka momen ketika Raden Mas Said mencari suatu daerah untuk dijadikan basis perjuangannya adalah pada tahun 1741. Satu-satunya daerah yang diperhatikan saat itu adalah Nglaroh Wilayah Wonogiri.

Masyarakat Wonogiri dengan pimpinan Raden Mas Said selama penjajahan Belanda bersatu menentang kolonial. Reaksi itu berupa gerakan-gerakan protes petani dan kegiatan-kegiatan politik lainnya, melalui organisasi pergerakan. Jerih payah Pangeran Samber Nyawa ini berakhir dengan hasil sukses, terbukti beliau dapat menjadi Adipati di Mangkunegaran dan bergelar Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunegara I.

“Sejarah mencatat proses perjuangan panjang Raden Mas Said, akhirnya memetik hasil yang menggembirakan. Tetapi sebagai suatu pesan, bahwa di dalamnya ada pesan integritas, ada komitmen, ada visi dan dan ada misi yang dijadikan satu energi positif untuk Raden Mas Said memperoleh apa yang menjadi haknya. Pesan moral dari perjuangan Raden Mas Said ini adalah sesulit apapun, seberat apapun, serumit apapun cita-cita, apabila kita lakukan dengan dedikasi dan integritas, maka yakinlah Tuhan akan meridhoi perjuangan kita,” kata Bupati.

Refleksi sejarah lahirnya Kabupaten Wonogiri ini, menurut Bupati Joko Sutopo, harus dijadikan suatu proses perenungan atas berjalannya Pemerintahan Kabupaten Wonogiri yang telah genap berusia 280 tahun. Bupati mengajak setiap peserta upacara yang hadir, untuk menjadi bagian dari pembangunan Kabupaten Wonogiri, meneruskan cita-cita dan perjuangan Raden Mas Said membawa Wonogiri menjadi Kabupaten yang maju, mandiri, dan sejahtera.

“Namun saat ini, di pundak kami, di pundak kita semua, masih memikul beban yang sangat berat, yang belum kita wujudkan untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur. Wonogiri di usia yang 280 tahun ini masih terjadi kesenjangan, masih terjadi kemiskinan, masih kita temukan ketidakadilan, maka kita semua harus rumangsa melu handarbeni dalam rangka mewujudkan masyarakat yang adil, makmur, dan gemah ripah lohjinawi,” tutur Bupati.

Dengan satu komitmen bersama dan satu integritas yang dibangun, Bupati Wonogiri yakin Wonogiri mampu membawa Kabupaten Wonogiri menuju satu digit angka kemiskinan dan mewujudkan pembangunan yang merata.

Dalam upacara Peringatan Hari Jadi ke-280 ini juga diserahkan secara simbolis penghargaan Satyalencana Karya bagi sebanyak 46 orang ASN yang telah mengabdi pada Pemerintah Kabupaten Wonogiri. Sebanyak 19 orang menerima Satyalencana Karya atas pengabdian selama 30 tahun, 16 orang yang telah mengabdi selama 20 tahun, dan 11 orang yang telah mengabdi selama 10 tahun.

Sumber : wonogirikab.go.id

Berita

Waspada Terhadap Pemudik dan Bencana Alam di Kecamatan Puhpelem,…

Kegiatan Apel Kesiapsiagaan menghadapi pemudik dan bencana di Kecamatan Puhpelem dipimpin oleh Camat Puhpelem, Jaiman, S.IP., MM. dan dilaksanakan di halaman Kantor Kecamatan Puhpelem pada Selasa (27/4/2021).
Peserta apel yang hadir terdiri dari ASN Kantor Kecamatan Puhpelem, Petugas Puskesmas Puhpelem, Kepala Desa dan Lurah se – Kecamatan Puhpelem beserta jajarannya, beberapa anggota Koramil 24 Puhpelem dan Polsek Puhpelem.
Turut hadir dalam apel tersebut Danramil 24 Puhpelem Kapt. Inf. Tono, Kapolsek Puhpelem Iptu Budiono, dan Kepala UPT Puskesmas Puhpelem dr. Arif Wibowo.
Camat Puhpelem menyampaikan kepada peserta yang hadir agar selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana alam yang akhir-akhir ini sering terjadi, meningkatkan keamanan dari pelaku kriminalitas, serta waspada terhadap kaum boro yang berasal dari zona merah dan akan mudik ke daerah masing-masing.
Kapolsek Puhpelem menambahi bahwa Sebanyak 2.000 hingga 3.000 orang dilaporkan melakukan mudik awal ke Kabupaten Wonogiri. Maka dari itu Kapolsek Puhpelem menginstruksikan kepada seluruh peserta apel untuk fokus pencegahan penularan Covid-19 dengan banyaknya warga yang mudik awal.
Danramil 24 Puhpelem juga menyampaikan bahwa saat ini Indonesia sedang berduka terhadap tenggelamnya KRI Nanggala 402 beserta 53 awaknya dan meninggalnya Kepala BIN Daerah Papua Brigjen TNI I Gusti Putu Danny Karya Nugraha usai terlibat baku tembak dengan KKB di Beoga, Kabupaten Puncak, Papua. Oleh sebab itu, Danramil 24 Puhpelem  mengajak seluruh peserta apel untuk berdoa bersama.
Berita

Vaksinasi Covid-19 di Kecamatan Puhpelem

Vaksinasi Covid-19  di Kecamatan Puhpelem digelar mulai  Rabu (10/3/2021) di Pendopo Kecamatan Puhpelem dan masih berlangsung hingga berita ini dibuat. Sasaran Vaksinasi Covid-19 mulai dari semua perangkat Kecamatan, Kelurahan, dan Desa, dan direncanakan akan menyeluruh hingga ke masyarakat umum.
Mekanisme pelaksanaan suntikan vaksin ini dilakukan dalam 2 tahap dengan jarak pemberian selama satu minggu hingga suntikan berikutnya. Teknis pelaksanaannya sebagai berikut, pertama adalah pendaftaran, dimana calon penerima vaksin harus menunjukkan KTP dan etiket dari Kementerian Kesehatan RI yg dikirimkan ke nomor handphone calon penerima vaksin.  Kedua adalah screening. Pada proses inilah ditentukan apakah calon penerima vaksin lolos screening kesehatan untuk disuntik dengan persyaratan tidak sedang bergejala sakit, tidak sedang hamil, dan tekanan darah normal. Ketiga adalah tahap penyuntikan vaksin dilanjutkan evaluasi kejadian ikutan paska imunisasi (KIPI). Beberapa KIPI yg mungkin terjadi adalah inflamasi pada area bekas suntikan, dan tanda kemerahan bekas suntikan
Berita

Penyerahan Kartu JKN KIS di Kecamatan Puhpelem

Kartu Indonesia Sehat (KIS) adalah Nama untuk Program Jaminan Kesehatan SJSN (JKN) bagi penduduk Indonesia, khususnya orang tidak mampu serta iurannya dibayarkan oleh pemerintah. BPJS Kesehatan adalah Badan Hukum Publik yang dibentuk untuk menyelenggarakan program Jaminan Kesehatan SJSN (JKN). Jadi, KIS adalah program sementara BPJS Kesehatan adalah badan yang ditugaskan untuk menjalankan program tersebut.
Pada Sabtu, 12 September 2020 bertempat di Pendopo Kecamatan Puhpelem, telah dilaksanakan Sosialisasi Kepersertaan dan Penyerahan JKN KIS kepada masyarakat kurang mampu di Wilayah Kecamatan Puhpelem. Secara simbolis Bupati Wonogiri Joko Sutopo yang diwakili oleh Kabag Kesra Kabupaten Wonogiri Kurnia Listyarini, A.P., M.Si membagikan kartu JKN KIS untuk 438 KK 672 jiwa dari 5 desa dan 1 kelurahan di Kecamatan Puhpelem. Turut hadir pula dalam acara tersebut Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Wonogiri Sriyono, S.Pd dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri dr. Adi Dharma.
Diharapkan dengan pembagian Kartu KIS tersebut masyarakat akan mendapatkan layanan kesehatan gratis di fasilitas kesehatan tingkat pertama dan tingkat lanjutan, sesuai dengan kondisi penyakit yang diderita penerima KIS.
Berita

Razia Masker Digelar, Pastikan Masyarakat Tertib

Untuk memastikan masyarakat tertib atau tidak menggenakan masker, tim gabungan Satpol PP, TNI, Polri dan Dishub Kabupaten Wonogiri  menggelar razia masker di jalan raya, tepatnya di depan Pasar Wonogiri Kota. Razia itu dilakukan untuk memastikan masyarakat agar tertib menggunakan masker sebagai upaya pencegahan penularan Covid-19.

Pelaksanaan kegiatan hari ini serentak di Jawa Tengah. Dasar kami melakukan aksi ini adalah surat dari Sekda Provinsi Jateng No 180/0011702 tentang Sosialisasi dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Covid-19,” ungkap Kepala Satpol PP Wonogiri Waluyo, S.Sos, MM, Senin (24/8).

Dengan menerjunkan sebanyak 35 personel, razia yang digelar sekitar satu setengah jam itu setidaknya memeriksa sekitar 500 orang. Mereka merupakan pengguna jalan dan pengunjung pasar. Dari jumlah tersebut, terdapat puluhan warga yang terjaring tidak mengenakan masker.

“Ada 24 warga yang terjaring kedapatan tidak mengenakan masker. Tapi, itu bukan berarti mereka tidak tertib atau abai, karena saat kita periksa mereka mengaku kelupaan. Ada juga yang beralasan maskernya tertinggal di dalam tas,” imbuhnya.

Lebih lanjut Waluyo mengatakan, dalam penindakan itu, warga yang tidak mengenakan masker mendapatkan teguran secara lisan. Lalu petugas mendata indentitas warga yang terjaring razia. Dirinya mengaku, kegiatan itu bukan untuk menakut-nakuti masyarakat akan tetapi sebagai bentuk untuk membangun kesadaran masyarakat. “Warga yang terjaring razia sangat kooperatif. Yang pasti tindakan kami ini sangat humanis dan ramah, dan saya rasa tindakan kami ini sudah bisa menjadi peringatan,” bebernya.

Ditambahkan, razia masker bakal terus berlanjut dan digelar secara situasional. Secara rinci, menurut Waluyo, razia akan dilakukan selama tiga kali dalam sepekan. Pihaknya akan membentuk tim kecil yang bertugas standby di satu titik, dan sebagian lagi petugas akan melakukan razia keliling. Petugas gabungan akan turun menyambangi setiap ada kerumunan warga, baik di dalam kota Wonogiri maupun pelosok kecamatan.

 hanya merazia, namun pihaknya juga mengimbau agar masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan sebagai upaya mencegah penyebaran dan penularan Covid-19 .Selain melakukan imbauan, pihaknya juga memberikan masker kepada warga. “Program ini akan kami kawal terus. Yang jelas tindakan persuasif kami ini cantik dan saya rasa sangat efektif sekali,” katanya.

Sumber : Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kab. Wonogiri

Berita

Sejarah Terbentuknya Kecamatan Puhpelem

Kecamatan Puhpelem merupakan daerah otonom baru hasil pemekaran dari daerah induknya yakni Kecamatan Bulukerto. Kata “Puhpelem” berdasarkan informasi camat setempat diambil dari nama pohon mangga (dalam Jawa disebut pelem) yang namanya poh. Pohon mangga tersebut dikatakan sebagai khasnya daerah tersebut yang berbentuk besar, rasanya masam dan pada waktu itu merupakan sebagai tempat istirahat atau bersantai oleh masyarakat sekitar. Dengan mengambil kata poh dan pelem tersebut, maka terbentuklah nama Kecamatan Puhpelem.

Saat sebelum terjadinya pemekaran wilayah, Kecamatan Puhpelem telah menjadi kecamatan pembantu Bulukerto, artinya pada saat itu sudah terdapat kantor pemerintahannya. Pembahasan soal usulan akan dibentuknya kecamatan baru melalui pemekaran wilayah ini sudah mengemuka sejak tahun 1980. Usulan tersebut berakar dari aspirasi masyarakat yang merasa adanya jarak yang jauh untuk menuju pusat pelayanan publik. Pihak pemerintah pusat pun mengamini hal tersebut melihat luasnya daerah induk pada saat itu yaitu Kecamatan Bulukerto. Kala itu, secara administratif daerah induk memiliki 16 desa/kelurahan dan ini dinilai terlalu sulit dalam pengelolaannya. Di samping karena wilayah yang terlalu luas, pengelolaan yang sulit, juga hal kondisi medan/morfologi daerah tersebut yang kasar. Maka untuk mencapai pusat pelayanan publik aksesnya tidak mudah. Pada saat itu Kecamatan Bulukerto secara administratif memiliki 16 desa/kelurahan. Keenambelas desa/kelurahan tersebut adalah Desa Bulurejo, Desa Conto, Desa Domas, Desa Geneng, Kelurahan Bulukerto, Kelurahan Giriharjo, Desa Krandegan, Desa Nadi, Desa Ngaglik, Desa Nguneng, Desa Puhpelem, Desa Sugihan, Desa Sukorejo, Desa Tanjung, dan Desa Tengger.

Melihat jauhnya akses ke pusat pelayanan publik ditambah adanya aspek pendukung seperti terdapatnya kantor pemerintahan, jumlah penduduk yang cukup, luas wilayah yang cukup luas, adanya pasar untuk aktivitas perekonomian, dan ketersediaan sarana dan prasarana, maka pembentukan kecamatan baru sebagai daerah otonom baru hasil dari pemekaran wilayah memang tepat untuk diusulkan pada saat itu. Untuk selanjutnya dilakukan pembahasan mengenai adanya pemekaran wilayah ini di tingkat DPRD. Dasar hukum mengenai pembentukan Kecamatan Puhpelem adalah Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pembentukan Kecamatan Dalam Kabupaten Wonogiri (lihat di lampiran 5). Di dalam inkrah Perda tersebut diinformasikan bahwa terdapat penambahan kecamatan di Kabupaten Wonogiri yakni Kecamatan Puhpelem yang sebelumnya menjadi Kantor Pembantu Bulukerto (Pasal 2). Perda tersebut disahkan dan berlaku pada tanggal 27 Maret 2002. Tetapi, peresmian terbentuknya Kecamatan Puhpelem yaitu pada tanggal 2 Juni 2002.

Berita

Zona Kuning, Wonogiri Berpeluang Buka Pembelajaran Tatap Muka

Status zona kuning pandemi virus corona (Covid-19) kini disandang Kabupaten Wonogiri, setelah sebelumnya dinyatakan zona merah. Kabar gembiranya, dengan status tersebut, Wonogiri berpeluang menggelar pembelajaran sekolah secara tatap muka (offline). “Sekarang sudah ada kejelasan bahwa Wonogiri masuk zona kuning. Jadi, bisa menggelar pendidikan secara offline sesuai kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Jumat nanti validnya, soalnya kami akan membahas dengan dinas terkait,” ungkap Bupati Wonogiri Joko Sutopo, Rabu (12/8).
Menurut Bupati, jumlah pasien yang sembuh dari Covid-19 mencapai 146 orang. Kini hanya enam orang yang masih dirawat, empat di antaranya tinggal menunggu selesainya masa inkubasi lalu dua orang masih dirawat di rumah sakit. Adapun pasien yang meninggal selama masa darurat Covid-19 ini ada lima orang.
Bupati mengatakan, kegiatan belajar mengajar secara offline dimungkin dapat segera dilakukan, tapi tentunya harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan harus ada rekomendasi dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) serta persetujuan dari komite sekolah.
Karenanya, sebelum digelar pembelajaran tatap muka, pihaknya bakal membahas terkait teknis dengan dinas terkait. Termasuk di dalamnya kemungkinan kombinasi pembelajaran sift pagi, siang dan pembelajaran jarak jauh. “Sift pagi, siang dan PJJ berapa persen akan dirumuskan formasinya,” imbuhnya.
Bupati menekankan bahwa sebelum semua proses digelar ada satu hal yang sangat penting. Yakni, untuk mempertahankan terlebih dahulu status zona kuning yang disandang Wonogiri. Caranya adalah dengan memperkuat upaya pemutusan rantai penularan hingga pengkajian berdasarkan statistik epidemiologi. “Jangan sampai, baru dua hari zona kuning kemudian berubah lagi zonanya. Kan repot. Semuanya harus terukur karena ini ranah kebijakan,” imbuhnya.

 

Sumber : Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kab. Wonogiri