Skip to main content

BUPATI WONOGIRI LUNCURKAN KARTU TANI JATENG


WONOGIRI_Bupati Wonogiri Joko Sutopo melaunching (meluncurkan)  Kartu Tani Jateng, Kamis (12/1) di Pendopo Rumah Dinas Bupati. Peluncuran kartu tani  yang dihadiri Forkopimda, Para Kepala SKPD, Ketua Gabungan Kelompok Tani se Kabupaten Wonogiri serta Pimpinan BRI Cabang Wonogiri bersama staf tersebut  juga dilaksanakan serentak  bersama 20 kabupaten Kota lainnya se Provinsi Jawa Tengah yang berpusat di Kabupaten Magelang Jawa Tengah  dan dipimpin langsung Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo  bersama  Menteri BUMN Rini Sumarno.

Keberadaan kartu tani saat ini dipandang sangat penting, mengingat sebagain besar penduduk di Jawa Tengah juga di Kabupaten wonogiri bermata pencaharian sebagai petani.  Melalui Kartu ini petani akan dimudahkan terutama dalam penditribusian pupuk bersubsidi.

Berdasarkan keterangan  Pimpinan BRI Cabang Wonogiri Fx Suranta  sebagai pihak yang diberi kepercayaan dalam penditribuasian kartu tani, dari data entri di Kabupaten Wonogiri ada sebanyak 151391 petani, untuk jumlah tersebut  kartu tani yang telah diterbitkan sebanyak 101841 dan  yang telah sampai ke tangan petani sebanyak  36910. BRI juga telah menyiapkan 215 alat gesek untuk transaksi di pengecer.

Melalui Kartu tersebut para petani yang telah  terdaftar dalam kelompok tani akan menerima  pupuk sesuai jatah alokasi yang tercantum dalam sistem. Para petani juga dapat memperoleh kepastian ketersediaan sarana produksi pertanian bersubsidi/non-subsidi, kemudahan akses pembiayaan bank BUMN, maupun bisa mendapatkan kemudahan subsidi dari program-program yang dijalankan Pemerintah.  Di satu sisi  manfaat lainnya adalah  untuk mengedukasi petani tentang pentingnya mengelola keuangan karena terintegrasi dengan perbankan. Dengan demikian, di kalangan petani diharapkan bisa tumbuh budaya menabung dan tidak konsumtif setelah menerima pembayaran hasil komoditas.

Sementara Bupati Wonogiri Joko Sutopo dalam sambutannya menyatakan keprihatinannya dengan keberadaan petani yang telah berkontribusi banyak bagi negeri tetapi nasibnya belum banyak berubah. Ia mengatakan sebagai bentuk tanggungjawab dalam mensejahterakan petani sejauh ini Pemkab telah berusaha meminimalisir biaya petani dengan bantuan alat pertanian serta kelancaran pendistribusian pupuk.

Ia sepakat dengan Kehadiran Kartu Tani Jateng yang juga harus didukung komitmen semua pihak karena masih adanya kendala yang dihadapi, seperti masalah geografis Wonogiri yang begitu luas, kondisi demografis  dengan penduduk yang boro, dan akan terjadinya pergeseran budaya terkait manajerial yang tepat terhadap hasil kerja para petani melalui implementasi kartu tersebut.

“Yang utama adalah perubahan mindset para petani, dari transaksi kovensional ke elektronik. Dari 100 % jumlah petani, baru sekitar 30 % yang mengenal dunia perbankan.  Untuk itu butuh sosialisasi secara komprehensif agar para petani sungguh-sungguh bisa memahami penggunaan kartu tani” ungkap Joko Sutopo

Lebih lanjut Bupati menambahkan terkait  salah satu prasayarat untuk mendapatkan kartu tani tersebut petani harus tergabung dalam kelompok tani, maka bersama SKPD terkait, Pemkab  akan melakukan inventarisasi ulang untuk mendapatkan data riil jumlah petani di Kabupaten Wonogiri, dengan harapan  pada akhirnya semua petani dapat merasakan manfaat melaui kebijakan pemerintah tersebut. (humas_mon)

Pengumuman

Statik Pengunjung

  • Hari Ini (13 Kunjungan)
  • Kemarin (21 Kunjungan)
  • Total (12003 Kunjungan)

Data Polling

Menurut pengunjung, apakah isi website ini bersifat informatif ??

  • Yaa
  • Cukupp
  • Tidakk
  • Tidak Tahuu

Link Terkait